Jumat, 06 Januari 2017

Dalam situs tersebut, pengguna dapat menemukan berbagai grafik dan juga animasi yang menarik. Melalui animasi ini, Google berhasil menjelaskan proses pencarian dengan cara yang sangat mudah untuk dipahami.

Secara garis besar, ada tiga langkah yang dilakukan oleh sistem pencarian Google. Ketiga langkah tersebut adalah Crawling & Indexing, Algoritma, dan Fighting Spam.

Sistem Google akan memulai proses pencarian dengan mencari kata yang diinginkan oleh pengguna ke sekitar 30 triliun halaman situs yang ada di dunia maya.

Setelah selesai mencari, kata-kata tersebut akan dibuatkan indeks. Saat proses indexing selesai dikerjakan, proses algoritma super-rumit akan mulai bekerja memilah-milah konten mana yang diprediksi paling sesuai dan akhirnya sistem akan menampilkan hasilnya kepada pengguna.


Hebatnya, semua proses pencarian tersebut dilakukan dengan waktu supercepat, yaitu sekitar 1/8 detik saja.

Google
Selain proses tersebut, Google juga menghadirkan beberapa slide yang mengungkapkan bagaimana sistem mampu melawan situs berisikan spam atau pesan sampah. Dalam slide ini, Google membeberkan cara mereka menghapus dan bagaimana cara mereka bertarung dengan spam.
Jenni Murray adalah seorang penyiar radio, ia sangat benci saat ia dilahirkan pada pukul 10 malam.
Ia yakin bahwa kelahirannya yang jam segitu membuatnya menjadi orang yang suka tidur malam, bukan orang yang bisa bangun pagi-pagi. Melansir dari Daily Mail, "Bangun waktu 5.30 pagi untuk bekerja adalah hal yang tidak natural untukku," ucapnya. Menariknya, ia mengklaim bahwa tubuh semua orang ditentukan kapan kamu lahir. "Ini adalah teori yang aku dengar bertahun-tahun lalu. Aku terlahir pada pukul 10 malam dan menjadi lebih bisa segar di malam hari." Ide tersebut memang terdengar seperti cerita nenek. Tapi faktanya, Murray mengaku bahwa hal itu didukung penelitian. Bukti menunjukkan bahwa kamu adalah seorang morning atau evening person, memang, dihubungkan dengan jam kelahiranmu. Hal ini juga menentukan berbagai karakteristik krusial seperti kepintaran dan resiko menjadi kriminal, bahkan bisa menjadi depresi, memiliki ADHD atau lebih besar mengembangkan diabetes. Faktanya memang ada 15 persen yang seperti burung hantu, yang bangun malam hari ada juga 15 persen orang yang bisa bangun dipagi hari. Menurut dari ahli tidur Professor Jim Horne, 70 persennya masih diantara itu. Bagaimanapun, kabar buruk bagi orang seperti Jenni Murray yang menjadi orang burung hantu tapi harus beraktifitas di pagi hari bisa jadi sangat mempengaruhi kesehatan. Ia mungkin mau untuk membawa radio untuk acara malam. Walau memang kedua hal ini dapat mempengaruhi kesehatan, beberapa penelitian menginvestigasi relasi antara jam lahir dan mental serta kemampuan fisiknya. Bagaimanapun, pada 2010, psikolog dari Universitas Negeri Cleveland di Ohio melakukan sebuah tes kelompok untuk kemampuan mental di pagi dan sore hari. Para peneliti lalu meneliti catatan kesehatan untuk melihat mereka dilahirkan pada pagi hari atau malamnya. Hasil tersebut kemudian disatukan, orang yang lahir di pagi hari mendapatkan nilai lebih baik pada tes pagi. Dan orang yang lahir di malam hari memang memenangkan tes di malamnya. "Waktu kelahiran secara signifikan mempengaruhi seseorang menjadi orang siang atau orang malam," peniliti tersebut melaporkan di Journal Of Social Psychology. "Hasil ini sangat kritikan untuk mengatur waktu biologi dengan mengetahui momen kelahirannya." Bisa jadi jam tubuh pertama kali di atur ketika bayi pertama kali terekspos cahaya dari dunia. Alam atay kualitas cahaya yang dirasakan ternyata dapat membantu mereka mengatur jam tubuh (ritme circadian) selama hidup mereka. (*)

Jumat, 28 Oktober 2016

detikHealth
Jumat, 28/10/2016 16:01 WIB
Jakarta, Jadwal yang padat dan pekerjaan menumpuk bukan alasan mengapa Anda tak bisa menurunkan berat badan. Kata pakar gizi, ada cara untuk mewujudkan keinginan tersebut meskipun Anda banyak kegiatan.

Ya, menurut nutrisionis Leona Victoria Djajadi, MND, jika Anda sibuk bekerja maka usahakan semaksimal mungkin ada kesempatan untuk 'incidental exercise'. Ini merupakan momen di mana ada kegiatan olahraga yang tidak disengaja atau direncanakan.

"Misalnya duduk dengan menggunakan fit ball atau balancing ball. Dengan alat ini, Anda secara tidak sadar akan selalu bergerak, meregang dan menyeimbangkan badan. Postur tubuh juga akan menjadi lebih bagus," tuturnya kepada detikHealth.

Kemudian, usahakan untuk naik dan turun menggunakan tangga daripada lift. Selain lebih cepat, cara ini juga membantu Anda memperbanyak gerakan fisik. "Naik turun kendaraan juga bisa dicoba lebih jauh dari pintu kantor supaya Anda bisa jalan kaki lebih banyak," imbuhnya.

Selain dengan latihan fisik, Victoria berpesan supaya Anda juga mengubah pola makan yakni salah satunya dengan memastikan jadwal makan teratur tiga kali makan besar dan tiga kali camilan. Ini supaya rasa lapar tetap terkendali dan tidak ada istilah makan 'balas dendam'.

Jangan lupa untuk selalu menyediakan air minum di meja kantor. Sebab menurut Victoria, kebanyakan rasa lapar sebenarnya adalah rasa haus. Maka dari itu, jika Anda merasa lapar cobalah untuk minum terlebih dahulu.

"Ganti nasi dengan beras merah, tambah porsi sayur dan protein, tapi jangan makan lemak atau kulitnya ya, terutama untuk makan malam. Malam harus makan, lalu jika sudah tahu akan lapar lagi justru jangan dikurangi porsi nasinya. Ini malah akan membuat Anda lupa diri saat benar lapar di malam harinya," terang Victoria.
detikHealth
Jumat, 28/10/2016 17:02 WIB

Jakarta, Saat bagian tubuh terasa pegal, misalnya di persendian tangan atau pinggang, tak sedikit orang yang langsung berpikir kadar asam uratnya tinggi. Dengan kata lain, mereka menganggap dirinya sudah 'kena' asam urat. Benarkah demikian?


dr Martha Iskandar, SpPD dari RS Mayapada Lebak Bulus mengatakan memang banyak orang yang salah kaprah di mana mereka berpikir bagian tubuh yang pegal merupakan tanda asam urat. Padahal, sebenarnya asam urat terjadi di sendi-sendi yang suhunya dingin, contohnya di ibu jari kaki dan lutut.


"Kalau hanya pegal itu bukan asam urat. Sebab, ketika terjadi serangan asam urat, yang terjadi adalah The King of Pain. Nyerinya banget, bahkan sampai nggak bisa jalan," tutur dr Martha.


Hal itu ia sampaikan di sela-sel live chat 'Waspadai Asam Urat' yang digelar detikHealth dan detikForum di Kantor Detikcom, Jl Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2016).


Sementara, jika keluhan sakit terasa di jempol kaki, menurut dr Martha bisa saja ada kemungkinan asam urat. Namun, perlu dicurigai adanya keluhan lain pula seperti arthritis yang lain. Hanya saja, jika keluhan nyeri di jari-jari kaki sampai telapak kaki, itu bukan karena asam urat yang tinggi.


dr Martha mengingatkan asam urat bersifat monoarthritis di mana nyerinya kebanyakan terjadi di satu sendi saja. Lantas bagaimana dengan nyeri yang terjadi di area antara telunjuk dan jempol?


"Kalau di antara telunjuk dan jempol, sepertinya nggak. Kalau di tangan mungkin nyerinya akibat ada gangguan di tendon (antara otot dan tulang) ya. Misalnya karena kebanyakan ngetik," tambah dr Martha.


Gejala asam urat juga bisa terasa di lutur. Jika kedua lutut sampai tidak bisa menekuk misalnya, menurut dr Martha harus dipastikan apakah benar diagnosisnya adalah asam urat atau perkapuran (osteoarthritis).


"Tetapi pada prinsipnya, bila sudah menimbulkan nyeri berkepanjangan atau nyeri dalam beraktivitas, tindakan yang bisa dilakukan pilihan salah satunya adalah operasi," kata dr Martha.

Rabu, 26 Oktober 2016

Liga Italia: Milan 1-0 Juventus

Football Indonesia - detikSport
Minggu, 23/10/2016 16:30 WIB
Cara Milan Memanfaatkan Kelengahan Juventus Lewat LocatelliFoto: Marco Luzzani/Getty Images
AC Milan berhasil menjungkalkan tamunya, Juventus, dalam lanjutan Serie A Italia 2016/2017 pekan ke-9. Pada laga yang digelar Minggu (23/10/2016) di Stadion San Siro tersebut, Milan menang lewat gol semata wayang gelandang berusia 18 tahun, Manuel Locatelli.

Juve sebenarnya tampil menjanjikan dengan mendominasi dan mengontrol jalannya pertandingan sejak awal laga. Sepanjang pertandingan, Juve lebih banyak menciptakan peluang ketimbang Milan. Hanya saja satu kesalahan membuat mereka kecolongan satu gol.

Laga ini pun sebenarnya dihiasi kontroversi ketika gol Miralem Pjanic dianulir wasit. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang menyebabkan Juventus gagal meraih poin sempurna pada laga ini.

Cara AC Milan Memanfaatkan Kelengahan Juventus Lewat Locatelli

Cederanya Dybala Mengubah Cara Bermain Juventus

Juventus bermain dengan skema andalannya sejak awal pertandingan. Formasi dasar 3-5-2 diturunkan yang artinya pelatih Juventus, Massimilliano Allegri, memainkan ketiga bek tengah Juventus, meski bek tengah yang tersisa hanya ketiganya; Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Medhi Benatia.

Di lini depan, Allegri pun menduetkan dua penyerang terbaiknya, Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala. Hal ini dikarenakan Mario Mandzukic baru pulih dari cedera yang kebugarannya belum sepenuhnya fit.

Duet Higuain-Dybala pun cukup merepotkan lini pertahanan Milan. Dybala menciptakan satu peluang berbahaya, dan menginisiasi peluang yang diciptakan Alex Sandro. Dalam tempo 30 menit, Juventus terlihat sangat menjanjikan.

Namun sial bagi Juventus, Dybala mendapatkan cedera hamstring pada menit ke-31 ketika ia melepaskan tendangan dari tengah lapangan sambil terjatuh. Penyerang asal Argentina ini pun terpaksa harus ditarik keluar pada menit ke-33. Allegri memilih Juan Cuadrado sebagai pengganti.

Di sini sebenarnya awal mula Juventus bermain tidak dengan potensi terbaiknya. Perbedaan gaya bermain Cuadrado dan Dybala membuat serangan Juventus cukup berbeda, dan bahkan menguntungkan lini pertahanan Milan.

Ketika dimainkan, Cuadrado memerankan peran Dybala, dibebaskan bergerak ke segala area dan menjadi jembatan antara lini tengah dan Higuain. Namun Dybala, meski sering melebar, tetap berorientasi di lini tengah. Sementara Cuadrado lebih sering mencari ruang di kedua sisi.

Hal ini berpengaruh pada arah serangan Juventus. Jika ketika masih ada Dybala, serangan Juventus bervariasi baik dari tengah maupun sayap. Namun setelah diisi oleh Cuadrado, fokus operan Juventus berorientasi pada kedua sayap.


Cara AC Milan Memanfaatkan Kelengahan Juventus Lewat Locatelli

Grafis operan Juventus pada 30 menit pertama (sebelum Dybala cedera) dan menit 30-60 sebelum Cuadrado berpindah ke sayap (Via: squawka.com)


Dari grafis di atas terlihat, setelah masuknya Cuadrado, Juventus kesulitan memasuki kotak penalti Milan. Tujuh tembakan memang berhasil diciptakan Juventus pada periode menit 35 hingga 60. Namun mayoritas dicetak lewat tembakan jarak jauh. Hal ini berbeda ketika masih diperkuat Dybala di mana tiga dari empat peluang Juventus diciptakan dari dalam kotak penalti.

Sementara musim ini, Juve sangat jarang menciptakan gol dari luar kotak penalti. Higuain dan Dybala kerap berkombinasi di depan kotak penalti. Atau penetrasi-penetrasi sering dilakukan Dybala di depan kotak penalti. Cuadrado lebih sering menerima bola dan memainkan bola di sayap.

Cara AC Milan Memanfaatkan Kelengahan Juventus Lewat Locatelli
Grafis arah operan yang diterima Cuadrado (Via: Statzone.com)

Cuadrado sendiri bermain melebar dengan memposisikan diri sebagai penyuplai Higuain. Karenanya Cuadrado jarang berada di kotak penalti Milan. Higuain lebih sering ditemani Sami Khedira atau Pjanic di dalam kotak penalti Milan. Juventus memang menciptakan 22 tembakan pada laga ini. Tapi hanya tiga tembakan saja yang mengarah ke gawang.


Cara AC Milan Memanfaatkan Kelengahan Juventus Lewat Locatelli
Grafis tembakan Juventus (via: Squawka.com)
Juventus sempat memasukkan Mandzukic untuk menambah daya serang. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan umpan silang yang cukup efektif karena dari 30 percobaan, 10 di antaranya menjadi peluang bagi Juventus.

Mandzukic yang dimasukkan menggantikan Benatia, dimaksudkan untuk menambah opsi umpan silang. Namun hal tersebut masih gagal menjebol gawang Milan yang bermain dengan rapat di lini pertahanan.

Locatelli Muncul di Saat yang Tepat

Milan sebenarnya kerepotan menjalani laga ini. Hal ini dikarenakan Juve menerapkan strategi pressing dengan blok tinggi yang membuat Milan kesulitan membangun serangan. Pada babak pertama, akurasi operna Milan hanya 68 persen saja.

Sementara itu Milan meladeni Juventus dengan tekel agresif. Ketika bola serangan Juve memasuki areamiddle third, para pemain Milan tak ragu untuk coba merebut bola. Milan sendiri mencatatkan 29 tekel (25 tekel berhasil) dan 19 pelanggaran pada laga ini. Padahal Milan memiliki rataan 17 tekel dan 14 pelanggaran per pertandingan.

Milan sendiri cenderung mengandalkan serangan balik ketika menyerang. Hal ini dikarenakan Juventus kerap menyisakan empat pemain saja di lini pertahanan; Benatia, Bonucci, Barzagli dan Hernanes. Alex Sandro dan Daniel Alves begitu rajin membantu penyerangan.

Untuk urusan menyerang, selain tiga pemain depan yakni M'Baye Niang, Carlos Bacca, dan Roberto Suso. Ada dua pemain lain yang juga membantu serangan, yaitu Giacomo Bonaventura dan Juraj Kucka. Manuel Locatelli lebih sering menjaga keseimbangan di depan kotak penalti. Sementara dua full-back Milan, Ignazio Abate dan Mattia De Sciglio, selalu melepaskan operan sebelum memasuki sepertiga akhir. Keduanya pun tercatat hanya masing-masing melepas satu kali umpan silang.

Cara AC Milan Memanfaatkan Kelengahan Juventus Lewat Locatelli

Grafis gabungan operan De Sciglio dan Abate yang tertahan di tengah, Milan menyerang ke sebelah kanan lapangan (Via: Squawka.com)

Abate dan De Sciglio memang difokuskan menjaga pertahanan untuk mewaspadai pergerakan Daniel Alves dan Alex Sandro yang begitu aktif membantu serangan Juventus. Belum lagi Suso dan Niang juga cukup aktif terlibat melakukan track back membantu sisi pertahanan Milan.

Namun ketika mencetak gol, Milan memang benar-benar memanfaatkan, bisa dibilang, satu-satunya kesalahan lini pertahanan Juventus. Saat itu situasi memang agak berbeda, di mana Locatelli yang sebelumnya jarang ikut membantu penyerangan, muncul dari belakang untuk memanfaatkan umpan Suso.

Cara AC Milan Memanfaatkan Kelengahan Juventus Lewat Locatelli
Proses terjadinya gol Milan
Pada gambar 1 dan 2, terlihat ketika Suso dan Abate mengarahkan bola ke sepertiga akhir, Locatelli tetap menjaga daerahnya, dibelakang Suso dan Abate. Sementara itu pergerakan Suso berhasil memancing Benatia untuk bergerak melebar, menjaga Suso (gambar 3).

Abate yang tetap berada di sayap, tidak lekas mundur, juga memancing Pjanic untuk menjaganya. Di sinilah ruang untuk Locatelli tercipta (gambar 4). Bergesernya Pjanic menjaga Abate menghasilkan celah di kotak penalti Juventus.

Sementara Alex Sandro dan Hernanes, yang idealnya memotong bola tersebut, sepertinya mengira bahwa skema tersebut akan diakhiri dengan umpan silang, mengingat Milan mencatatkan 13 umpan silang sebelum gol Locatelli terjadi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, situasi pada gol Locatelli memang satu kesalahan lini pertahanan Juventus pada laga ini. Dan hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Locatelli yang jarang membantu penyerangan. Tak mendapatkan pengawalan berarti memungkinkan gelandang berusia 18 tahun ini menempatkan bola ke arah yang ia inginkan dengan kecepatan yang ia inginkan.

Cara AC Milan Memanfaatkan Kelengahan Juventus Lewat Locatelli

Grafis pergerakan Locatelli yang jarak masuk ke kotak penalti Juventus


Kesimpulan

Terlepas dari kontroversi yang terjadi di lapangan, kemenangan Milan tercipta berkat momentum yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Locatelli.

Locatelli muncul di saat yang tepat, begitu juga dengan Abate yang sebelumnya jarang ikut membantu penyerangan pada laga ini.

Sementara itu bagi Juve, cederanya Dybala membuat skema permainan Juventus berubah. Serangan lewat sayap tak maksimal berkat Cuadrado, yang diplot sebagai penyambung lini tengah dan depan, terlalu bermain melebar.

Peluang di dalam kotak penalti pun minim, akhirnya Juve banyak melepaskan tendangan jarak jauh yang bisa dibendung Gianluigi Donnarumma.
Perlu diketahui, Juve bukanlah kesebelasan yang sering mencetak gol lewat tembakan jarak jauh (kecuali dari tendangan bebas). Tendangan jarak jauh Juventus hanya berada di angka 39 persen saja, di mana ini berada di peringkat ke-14 atau ke-7 terendah di Serie A.